Denpasar – Artificial Intelligence (AI) tidak lagi menjadi teknologi masa depan. Dalam dua tahun terakhir, AI telah berkembang menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, dunia usaha, pendidikan, koperasi, hingga UMKM. Perubahan tersebut memunculkan tantangan baru bagi dunia kerja, yakni kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) yang mampu beradaptasi dengan teknologi digital.
Di Bali, transformasi digital mulai terlihat melalui digitalisasi pelayanan publik, pemanfaatan website desa, pemasaran digital UMKM, hingga penggunaan berbagai aplikasi dalam mendukung operasional perusahaan dan organisasi. Namun di balik perkembangan tersebut, masih terdapat tantangan besar, yaitu kesiapan SDM dalam memanfaatkan teknologi secara optimal.
“Transformasi digital tidak cukup hanya dengan membeli komputer, membangun website, atau menggunakan aplikasi baru. Yang paling penting adalah menyiapkan manusianya. SDM yang memiliki kompetensi digital akan menjadi faktor utama keberhasilan organisasi menghadapi perubahan,” ujar I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana, praktisi Teknologi Informasi yang telah berkecimpung di bidang transformasi digital sejak tahun 1996.
Menurutnya, Artificial Intelligence seharusnya dipandang sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas, bukan sebagai ancaman terhadap pekerjaan manusia. AI mampu membantu menyusun laporan, membuat presentasi, menganalisis data, hingga mempercepat berbagai pekerjaan administratif. Namun manfaat tersebut hanya dapat dirasakan apabila SDM memiliki kemampuan untuk memanfaatkannya secara tepat.
Sebagai daerah yang dikenal dengan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, koperasi, dan budaya, Bali memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu daerah yang unggul dalam pengembangan SDM digital. Pemerintah daerah, desa, desa adat, koperasi, sekolah, perguruan tinggi, perusahaan, dan UMKM memiliki peran penting dalam membangun budaya belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Melihat kebutuhan tersebut, LPK Garuda College Indonesia (LPK GCI) meluncurkan Digital Workforce Academy, sebuah program pengembangan kompetensi Artificial Intelligence (AI), Digital Skill, dan Transformasi Digital yang ditujukan bagi individu maupun organisasi.
LPK Garuda College Indonesia merupakan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang memiliki legalitas resmi dengan Izin Menkumham AHU-072242.AH.01.30.Tahun 2023 serta Nomor Induk Berusaha (NIB) 2010230004683. Melalui program ini, peserta dibekali kompetensi praktis di bidang AI, Microsoft Office modern, website, Google Workspace, digital marketing, content creation, serta strategi peningkatan produktivitas kerja.
Program ini dikembangkan oleh I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana dan tim profesional dibidangnya, praktisi IT yang telah lebih dari tiga dekade aktif mengembangkan sistem informasi, website, media digital, serta berbagai pelatihan dan pendampingan transformasi digital. Selama kariernya, ia telah mendampingi dan melatih ribuan peserta dari kalangan pemerintah, pemerintah desa, desa adat, koperasi, lembaga pendidikan, perusahaan swasta, UMKM, hingga organisasi kemasyarakatan.
“Era AI bukan sekadar tentang teknologi. Ini adalah momentum untuk meningkatkan kualitas SDM. Organisasi yang mulai berinvestasi pada kompetensi manusianya hari ini akan lebih siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan,” tambahnya.
Sebagai bagian dari peluncuran perdana pada Juli 2026, Digital Workforce Academy membuka program pelatihan bagi pencari kerja, profesional, organisasi, dan perusahaan yang ingin meningkatkan kompetensi digital sesuai kebutuhan dunia kerja saat ini.

Informasi mengenai program dan jadwal pelatihan dapat diperoleh melalui WhatsApp atau melalui website resmi LPK Garuda College Indonesia. Konsultasi gratis: WEBSITE RESMI

