Agung Gempa: Jalan Tol Bisa Jadi Titik Balik Kebangkitan Jembrana dan Pemerataan Ekonomi Bali

Berita Daerah Nasional

MEDIA BALI ONLINE | Momentum Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni sekaligus memasuki Bulan Bung Karno tahun 2026 menjadi refleksi penting mengenai semangat pemerataan pembangunan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam semangat tersebut, pelaku industri kreatif berbasis digital dan entrepreneur Bali asal Jembrana, I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana atau yang akrab disapa Agung Gempa, menyampaikan optimisme besar terhadap masa depan Kabupaten Jembrana apabila pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi dapat terus bergerak menuju tahap realisasi.

Saat ditemui MediaBaliOnline.com di kantornya kawasan Renon, Denpasar, Senin (1/6/2026), Agung Gempa menilai proyek konektivitas strategis tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur transportasi, melainkan pintu masuk bagi pemerataan pertumbuhan ekonomi Bali yang selama ini masih terkonsentrasi di wilayah selatan.

“Di Hari Lahir Pancasila ini, kita berbicara tentang keadilan sosial dan pemerataan pembangunan. Saya melihat Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi memiliki makna yang sangat strategis untuk membuka peluang yang lebih merata bagi masyarakat Bali, khususnya Bali Barat dan Jembrana,” ujarnya.

Menurut Agung Gempa, selama puluhan tahun sektor pariwisata Bali tumbuh sangat pesat, namun distribusi manfaat ekonominya belum sepenuhnya merata. Sebagian besar kunjungan wisatawan masih terkonsentrasi di kawasan Bali Selatan, sementara daerah-daerah yang memiliki potensi besar seperti Jembrana belum berkembang maksimal karena faktor aksesibilitas.

Padahal, Jembrana memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat lengkap. Mulai dari kawasan hutan dan konservasi, pantai, wisata bahari, pertanian, budaya lokal, tradisi Makepung, hingga potensi ekonomi kreatif yang terus berkembang.

“Jembrana tidak pernah kekurangan potensi. Yang dibutuhkan adalah akses yang lebih cepat, lebih pasti, dan lebih terintegrasi dengan pusat pertumbuhan ekonomi Bali. Ketika konektivitas terbuka, maka peluang investasi, kunjungan wisatawan, hingga pertumbuhan UMKM akan ikut bergerak,” katanya.

Ia menilai kehadiran jalan tol akan membantu menciptakan distribusi wisatawan yang lebih merata di Pulau Dewata. Selama ini jutaan wisatawan yang masuk melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai masih banyak berputar pada kawasan wisata yang relatif sama dari tahun ke tahun.

Dengan akses yang lebih baik menuju Bali Barat, wisatawan memiliki alternatif destinasi baru yang menawarkan suasana lebih alami, tenang, autentik, dan kaya budaya.

“Sudah saatnya Bali memiliki pusat-pusat pertumbuhan baru. Wisatawan tidak harus selalu menumpuk di kawasan yang itu-itu saja. Bali memiliki banyak wajah, dan Jembrana adalah salah satu wajah Bali yang sangat potensial untuk berkembang di masa depan,” ungkapnya.

Agung Gempa juga memberikan apresiasi terhadap komitmen Gubernur Bali Wayan Koster yang dinilainya terus memperjuangkan keberlanjutan proyek tersebut meskipun menghadapi berbagai dinamika dan tantangan investasi.

Menurutnya, kepemimpinan daerah yang konsisten sangat penting untuk menjaga keberlangsungan proyek strategis yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat.

“Saya melihat Pak Koster sudah memulai, memperjuangkan, dan terus bergerak. Ini menunjukkan bahwa pembangunan konektivitas Bali Barat tetap menjadi agenda penting bagi masa depan Bali yang lebih merata,” katanya.

Optimisme tersebut juga diperkuat dengan berbagai langkah yang sedang dilakukan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang saat ini terus mematangkan tahapan lanjutan proyek Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi. Pemerintah pusat menegaskan proyek tersebut tetap masuk dalam agenda pembangunan konektivitas nasional dengan berbagai penyesuaian skema agar lebih menarik bagi investor dan memiliki kelayakan finansial yang kuat. Target pengadaan badan usaha direncanakan mulai dilakukan kembali pada 2027 dengan target operasional pada 2031.

Sebelumnya, pemerintah pusat juga menegaskan bahwa proyek Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi merupakan bagian penting dari upaya memperkuat konektivitas wilayah Bali, mempercepat distribusi logistik, serta mendukung pemerataan pertumbuhan ekonomi daerah. Proyek tersebut dirancang untuk memangkas waktu tempuh Bali Barat menuju pusat-pusat ekonomi dan pariwisata secara signifikan.

Bagi Agung Gempa, yang terpenting saat ini adalah menjaga optimisme dan menyiapkan sumber daya daerah agar mampu menangkap peluang ketika pembangunan mulai berjalan.

Ia menilai pembangunan infrastruktur harus diikuti dengan penguatan sektor UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata berbasis budaya, pertanian modern, hingga transformasi digital masyarakat lokal.

“Jalan tol hanyalah alat. Yang menentukan keberhasilan adalah kesiapan masyarakat memanfaatkan peluang yang datang. Karena itu saya optimis Jembrana memiliki masa depan yang sangat cerah apabila seluruh elemen bergerak bersama,” tegasnya.

Di tengah peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno, Agung Gempa berharap semangat pembangunan yang berkeadilan dapat terus diwujudkan melalui proyek-proyek yang membuka kesempatan lebih luas bagi seluruh daerah.

“Kalau Bali ingin tumbuh lebih kuat, maka pertumbuhannya harus merata. Dan saya percaya Jembrana memiliki peluang besar menjadi salah satu motor pertumbuhan baru Bali di masa depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *