Agung Gempa: Jangan Menjadi Penonton Perubahan, Jadilah Pelaku Inovasi di Era Artificial Intelligence

Praktisi Teknologi Informasi Asal Bali Mengajak Generasi Muda Memanfaatkan AI sebagai Sarana Berkarya, Berinovasi, dan Memberikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

MEDIA BALI ONLINE
Oleh: Tim Redaksi Media Bali Online

DENPASAR – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, berkomunikasi, hingga menjalankan usaha. Teknologi yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan akademik kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan dimanfaatkan di hampir seluruh sektor, mulai dari pendidikan, pemerintahan, dunia usaha, kesehatan, hingga industri kreatif.

Di tengah pesatnya perubahan tersebut, praktisi teknologi informasi asal Bali, I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana atau yang lebih dikenal sebagai Agung Gempa, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu mengambil peran sebagai pelaku inovasi yang menciptakan solusi bagi berbagai persoalan di sekitarnya.

Menurut Agung Gempa, setiap perubahan teknologi selalu menghadirkan dua pilihan. Menjadi penonton yang hanya mengikuti perkembangan, atau menjadi pelaku yang memanfaatkan teknologi untuk menciptakan nilai tambah bagi diri sendiri, organisasi, dan masyarakat.

“Perubahan teknologi tidak bisa dihentikan. Artificial Intelligence hanyalah salah satu fase dari perjalanan panjang perkembangan teknologi informasi. Karena itu, jangan menjadi penonton perubahan. Jadilah pelaku inovasi yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan karya, menciptakan solusi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Belajar dari Pengalaman

Bagi Agung Gempa, ajakan tersebut lahir dari pengalaman panjang mengikuti perkembangan teknologi informasi sejak tahun 1996. Selama hampir tiga dekade, ia menyaksikan langsung perubahan dari era komputer personal, internet, website, media digital, media sosial, komputasi awan (cloud computing), hingga kini memasuki era Artificial Intelligence.

Salah satu pengalaman yang masih diingat adalah ketika merancang dan menginisiasi Media Center PORDA Bali VII Kabupaten Jembrana Tahun 2005. Pada masa itu, internet masih terbatas, media sosial belum berkembang, dan proses distribusi informasi masih dilakukan dengan perangkat yang jauh lebih sederhana dibandingkan saat ini.

Meski demikian, keterbatasan teknologi tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan pelayanan informasi yang lebih cepat, lebih tertata, dan lebih efektif.

Menurutnya, pengalaman tersebut mengajarkan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari teknologi yang paling canggih, tetapi dari kemampuan melihat kebutuhan dan memanfaatkan teknologi yang tersedia untuk memberikan solusi.

AI Bukan Ancaman, Melainkan Peluang

Memasuki era Artificial Intelligence, Agung Gempa menilai masyarakat tidak perlu takut terhadap perkembangan teknologi. Sebaliknya, AI harus dipandang sebagai alat yang dapat membantu meningkatkan produktivitas, mempercepat proses kerja, memperluas akses terhadap pengetahuan, serta membuka peluang ekonomi baru.

Ia mencontohkan bahwa AI dapat dimanfaatkan oleh guru untuk menyusun materi pembelajaran, pelaku UMKM untuk membuat strategi pemasaran, koperasi untuk meningkatkan pelayanan kepada anggota, media untuk mempercepat produksi konten, hingga pemerintah dalam mendukung pelayanan publik yang lebih efektif.

“Teknologi akan terus berkembang. Yang menentukan keberhasilan bukanlah siapa yang memiliki perangkat paling mahal, tetapi siapa yang memiliki kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, dan memanfaatkan teknologi secara bijak,” katanya.

Saatnya Generasi Muda Berani Berinovasi

Menurut Agung Gempa, generasi saat ini memiliki peluang yang jauh lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya. Akses terhadap ilmu pengetahuan semakin terbuka, perangkat teknologi semakin terjangkau, dan berbagai platform digital tersedia untuk membantu siapa saja berkarya.

Karena itu, ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

“Inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang besar. Membantu UMKM memasarkan produk secara digital, membangun sistem administrasi yang lebih efisien, mengembangkan media informasi yang kredibel, memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas, atau menghadirkan solusi sederhana bagi masyarakat juga merupakan bentuk inovasi yang sangat berarti,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap profesi memiliki ruang untuk berinovasi. Guru, petani, nelayan, pelaku UMKM, ASN, mahasiswa, pengusaha, pekerja kreatif, hingga komunitas desa dapat memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan dan tantangan di bidang masing-masing.

Belajar Sepanjang Hayat

Menutup perbincangan, Agung Gempa mengingatkan bahwa perubahan teknologi tidak akan pernah berhenti. Artificial Intelligence yang hari ini menjadi perhatian dunia pun suatu saat akan berkembang menjadi teknologi yang lebih maju.

Karena itu, menurutnya, kemampuan belajar sepanjang hayat menjadi kompetensi yang paling penting di era digital.

“Jangan pernah berhenti belajar. Jangan pernah takut mencoba hal baru. Dan jangan pernah puas hanya menjadi pengguna teknologi. Jadilah pelaku inovasi yang mampu menciptakan nilai, membuka peluang, serta memberikan manfaat nyata bagi profesi yang kita jalani dan bagi masyarakat luas. Karena pada akhirnya, teknologi hanyalah alat. Manusialah yang menentukan arah dan manfaat dari setiap perubahan.”
— I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana (Agung Gempa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *