DENPASAR — Nama I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana atau yang lebih dikenal luas sebagai Agung Gempa sudah tidak asing lagi di kalangan praktisi teknologi informasi, media digital, pengembangan SDM, hingga pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Bali.
Ditemui tim redaksi Media Bali Online (MBO) di kantornya kawasan Renon, Denpasar, Bali, Senin, 19 Mei 2026, Agung Gempa banyak berbagi cerita mengenai perjalanan panjangnya di dunia Teknologi Informasi (IT), media digital, kewirausahaan, hingga penguatan SDM dan ekonomi masyarakat berbasis teknologi di Bali.
Putra daerah kelahiran Mendoyo, Kabupaten Jembrana ini dikenal sebagai salah satu figur yang sejak tahun 1996 konsisten bergerak di bidang Teknologi Informasi (IT), digital, media, kewirausahaan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat berbasis teknologi dan kolaborasi.
Di tengah perkembangan teknologi yang terus berubah dari masa ke masa, Agung Gempa tetap fokus berada di jalur digital dan pengembangan SDM Bali. Perjalanan panjang tersebut dimulai dari dunia komputer dan pelatihan teknologi dasar, kemudian berkembang ke bidang media digital, branding usaha, promosi online, pengembangan sistem informasi, hingga pendampingan UMKM dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis digital.
Dalam perbincangan santai bersama tim redaksi MBO, Agung Gempa juga sempat mengenang masa-masa awal belajar komputer dan teknologi di era yang jauh berbeda dengan kondisi saat ini.
“Tahun-tahun awal belajar komputer itu bukan seperti sekarang. Dulu belum ada Windows modern, belum ada internet cepat, apalagi Artificial Intelligence seperti sekarang,” ungkapnya sambil tersenyum mengenang perjalanan panjang dunia teknologi.
Menurut Agung Gempa, pada masa itu teknologi dasar komputer masih menggunakan sistem DOS, WS, Lotus, WordStar, dan berbagai sistem berbasis teks yang serba manual dan membutuhkan ketelitian tinggi.
Belajar komputer di era tersebut bukan perkara mudah. Perangkat komputer masih mahal, akses belajar sangat terbatas, dan referensi teknologi tidak semudah sekarang yang tinggal dicari lewat internet maupun AI.
“Dulu kalau salah sedikit saja bisa error semua. Belajar komputer benar-benar harus serius, sabar, dan tekun. Tidak seperti sekarang yang serba instan dan dibantu AI,” ujarnya.
Namun justru dari masa-masa sulit itulah lahir semangat belajar, kreativitas, dan mental untuk terus berkembang mengikuti perubahan teknologi.
Agung Gempa menilai perkembangan teknologi saat ini sebenarnya membuka peluang yang jauh lebih besar bagi generasi muda Bali. Jika dulu belajar komputer membutuhkan perjuangan besar, maka sekarang teknologi sudah sangat mudah diakses hanya melalui smartphone.
Karena itu ia terus mengajak generasi muda agar tidak takut belajar digital dan AI.
“Sekarang zamannya jauh lebih terbuka. Tinggal mau atau tidak belajar. Dengan smartphone saja hari ini orang sudah bisa membuat usaha, promosi, belajar desain, bikin video, bahkan menjangkau pasar global,” katanya.
Menariknya, jauh sebelum hadirnya Dinas Kominfo maupun Kementerian Komunikasi dan Digital seperti saat ini, Agung Gempa sudah aktif meletakkan pondasi awal transformasi digital di Bali.
Bahkan sebelum penggunaan domain pemerintah “go.id” berkembang luas di Indonesia, Agung Gempa telah menjadi bagian dari perintis pengembangan website Pemerintah Provinsi Bali menggunakan identitas domain “.com” pada masa awal perkembangan internet di Indonesia.
Tak hanya di tingkat provinsi, Agung Gempa juga ikut merintis pengembangan website Pemerintah Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Gianyar dengan identitas digital berbasis “.com”. Pada masa itu, sistem digital pemerintahan masih sangat baru dan belum banyak dikenal masyarakat luas.
Selain pengembangan website pemerintahan, Agung Gempa juga aktif melatih SDM pemerintahan dalam pelayanan berbasis komputer dan digitalisasi administrasi publik. Berbagai pelatihan operator komputer, penguatan SDM digital, hingga pelatihan pimpinan unit pernah dijalankan bersama berbagai lembaga dan sektor pemerintahan di Bali.
Di lingkungan Polda Bali, Agung Gempa juga dikenal ikut dalam pengembangan awal layanan SKCK berbasis online. Pada masa tersebut, layanan publik berbasis internet masih sangat terbatas, sehingga Bali termasuk salah satu daerah yang mulai dikenal sebagai pelopor pelayanan digital pemerintahan, khususnya dalam layanan SKCK online yang kini berkembang sangat pesat dan menjadi standar pelayanan modern.
Tak kalah penting, dalam bidang demokrasi dan keterbukaan informasi publik, Agung Gempa juga pernah ikut melahirkan inovasi layanan Pemilih Online bersama KPU Provinsi Bali.
Jauh sebelum era media sosial berkembang seperti sekarang, sistem keterbukaan informasi pemilih berbasis online tersebut sempat menjadi perhatian nasional dan menjadi bagian penting dalam perkembangan digitalisasi pelayanan kepemiluan di Indonesia.
Perjalanan panjang di dunia teknologi tersebut kemudian terus berkembang ke berbagai inovasi layanan desa digital, sistem pelayanan publik berbasis komputer, media digital, promosi online, branding usaha, hingga pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM berbasis teknologi.
Melalui perusahaan yang dikembangkannya, yaitu PT SIMAS Bali yang fokus di bidang media dan digital, Agung Gempa terus aktif mendampingi pelaku usaha, UMKM, komunitas, dan pelaku pariwisata Bali dalam membangun promosi dan sosialisasi berbagai jenis usaha di ruang digital.
Pendampingan tersebut mencakup penguatan media sosial, branding usaha, website, pemasaran online, media digital, hingga pengembangan identitas usaha berbasis teknologi.
Tidak hanya fokus pada dunia usaha dan teknologi, Agung Gempa juga dikenal aktif membangun generasi muda Bali melalui pendidikan, pelatihan, dan penguatan kewirausahaan digital.
Melalui LPK Garuda College Indonesia yang dirintis dan dikembangkan, Agung Gempa telah ikut membantu mencetak banyak entrepreneur muda Bali agar lebih berani membangun usaha di era digital.
Berbagai pelatihan, workshop, mentoring, dan pendampingan dilakukan secara berkelanjutan, baik online maupun offline, untuk membantu generasi muda memahami peluang besar di dunia digital dan Artificial Intelligence (AI).
Melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan, Agung Gempa diketahui telah membantu mencetak ratusan anak muda Bali agar lebih percaya diri memasuki dunia digital dan kewirausahaan. Banyak diantaranya tumbuh menjadi kreator digital, pengelola media, pelaku usaha online, hingga penggerak komunitas kreatif di daerahnya masing-masing.
Kini Agung Gempa juga ikut merintis berdirinya koperasi multi pihak perdana di Bali dengan nama Koperasi Multi Pihak Bali Bangkit Sejahtera.
Koperasi ini dibangun bersama berbagai tokoh senior lintas profesi dan bidang keahlian, dengan semangat kolaborasi dan gotong royong untuk memperkuat ekonomi masyarakat Bali secara modern namun tetap berbasis potensi lokal daerah.
Koperasi Multi Pihak Bali Bangkit Sejahtera hadir sebagai wadah yang mengakomodasi berbagai potensi UMKM Bali agar dapat bergabung, saling menguatkan, bertumbuh bersama, membangun jaringan usaha, hingga memperluas akses pasar dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis kolaborasi.
Salah satu langkah nyata yang telah dijalankan koperasi tersebut adalah pengembangan kawasan padi organik di Desa Sudaji, Bali, yang kini telah memperoleh sertifikat organik resmi dari Pemerintah Provinsi Bali.
Menurut Agung Gempa, pertanian, UMKM, digital, pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif harus mulai dibangun dalam satu ekosistem yang saling terhubung agar Bali memiliki kekuatan ekonomi daerah yang lebih tangguh di masa depan.
Tak hanya itu, koperasi multi pihak tersebut juga mulai melahirkan pengembangan bidang digital melalui LoveBali.id serta PT Desa Wisata Manajemen yang fokus membangun potensi berbasis desa dan penguatan ekonomi masyarakat desa di era digital.
Melalui pengembangan tersebut, Agung Gempa berharap desa-desa di Bali mampu bangkit dengan kekuatan potensi lokalnya masing-masing, baik dari sektor budaya, wisata, UMKM, pertanian, ekonomi kreatif, maupun pengembangan SDM digital.
“Kami ingin membangun ruang kolaborasi yang terbuka. Siapa pun bisa bergabung untuk bersama-sama membangun ekonomi Bali yang tangguh, modern, dan berkelanjutan tanpa kehilangan karakter budaya dan potensi daerah Bali,” ujarnya.
Di luar bidang IPTEK dan digital, Agung Gempa juga aktif dalam penguatan adat, budaya, dan pelestarian tradisi Bali.
Sebagai Ketua Umum Puri Andul Jembrana, Agung Gempa terus mendorong penguatan nilai budaya, tradisi, dan SDM Bali di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan era digital global.
Puri Andul sendiri memiliki keterkaitan sejarah dengan Puri Mengwi dan Gelgel yang menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah dan cikal bakal wilayah Kabupaten Jembrana.
Melalui jalur budaya dan penguatan tradisi tersebut, Agung Gempa aktif mengajak generasi muda Bali agar tetap maju di bidang teknologi tanpa melupakan akar budaya, adat, dan warisan leluhur Bali yang adi luhung.
Menurutnya, teknologi dan budaya tidak boleh dipertentangkan, tetapi harus berjalan berdampingan.
“Teknologi harus dekat dengan masyarakat, membangun kemandirian, membuka jalan masa depan generasi Bali, serta tetap menjaga dan mempertahankan tradisi budaya adi luhung Bali yang menjadi warisan luhur sepanjang masa,” tegasnya.
Saat ini Agung Gempa juga aktif mendorong penguatan koperasi modern, pengembangan ekonomi kreatif, serta transformasi digital UMKM melalui berbagai program edukasi, workshop, media digital, dan pendampingan usaha berbasis kolaborasi.
Dengan pengalaman panjang di dunia IT Digital dan entrepreneur, Agung Gempa dikenal sebagai salah satu figur yang terus konsisten membangun semangat generasi muda Bali agar lebih kreatif, mandiri, melek digital, dan mampu bersaing di era global tanpa meninggalkan identitas budaya lokal Bali. (AdminMBO)
